Dim Sum at Mama San Bali

Pasti nya udah sering dengar nama restaurant Mama San dong? Restaurant yang berada di Seminyak ini yang merupakan salah satu “anak” dari chef Will Meyrick. Restaurant yang memiliki konsep masakan Asia ini berdesign menyerupai sebuah gudang dan interior bertemakan Shanghai pada masa penjajahan Inggris di tahun 1920-an serta lukisan “Mama San” yang terpampang di bagian belakang restaurant ini membuat suasanya semakin menarik dan nyaman dengan sofa-sofa kulit yang membuat suasanya semakin maskulin.

Kali ini saya ga bahas menu Mama San yang biasanya, tapi menu baru nya yang khusus dibuat untuk hari Minggu yaitu menu Dim Sum. Dim Sum sendiri merupakan makanan khas Canton yang dalam ukuran kecil (bite-size)  dan disajikan dalam bamboo steamer. Biasanya kalau di China dim sum ini disajikan sambil minum teh atau dikenal dengan sebutan Yum Cha.

Nah disini menu Dim Sum nya ada banyak banget hampir kalap pengen dicoba semuanya, abis menarik sih. Jadi kami mencoba beberapa pilihan dim sum untuk hari itu, salah satunya adalah Lamb & pumpkin with pot stickers chili oil & black vinegar (68K) perpaduan antara kulit dumpling yang lembut dan garing serta rasa isiannya yang gurih apalagi dimakannya pakai condimentnya bikin semakin bervariasi rasanya.

Buat yang suka sama mantao disini ada menu Chinese pork puff with shitake mushrooms & chili sauce (70K) kalau dilihat sekilas mirip mantao yang digoreng (tapi kayanya yang disini dipanggang deh) dan diisi dengan chasio dan shitake mushroom. Kulit nya sendiri sih mirip seperti pastry sebenarnya dan crispy serta isinya yang kombinasi antara manis dan gurih apalagi ditambah taburan wijen yang menambah aroma di menu yang satu ini.

Nah, kalo menu yang ini mungkin di Indonesia biasanya lebih dikenal dengan nama Hakau kalau disini namanya Steam prawn har gow (60K). Ukurannya benar-benar bite size, sekali hap langsung abis 🙂 Kulitnya tipis dan lembut keliatan delicate banget, dan isi udangnya karena fresh jadi masih ada rasa krenyes-krenyes dari si daging udangnya itu. Buat menambah rasanya makannya sambil dicocol ke chili oil, pasti makin enak.

School of prawns with chilli garlic & lime (70K), udang yang garing banget dengan kombinasi rasa asin pedas. Saya suka banget sama menu School of Prawn ini apalagi makannya sambil ngobrol-ngobrol ga berasa aja tau-tau udah abis. Satu menu lagi yang saya coba disini adalah Crispy pork beancurd triangles (68K) yaitu kembang tahu yang diisi dengan daging babi dan digoreng, rasanya gurih dan garing apalagi langsung dimakan selagi hangat pas baru sampai di meja.

Biasanya kalau ke Bali kan suka pada nyari pork ribs tuh, cobain yang beda yuk?! Disini ada menu Crispy salt bush lamb ribs with ginger coriander lemon segments & pomegranate sauce (120K) lamb ribs ini rasanya pedas dan ada sensasi asam dari saus pomegranate nya, daging di ribs nya juga empuk dan garing ga perlu repot makannya.

Untuk menemani nge-dim sum kami, pilihan minumannya kami pilih teh yang ga tradisional, saya pilih minuman Mandarin & Mint (35K) yaitu mint infused tea lemon yang dikasih mandarin sorbet rasanya manis asam segar. Sedangkan suami saya pilih Honey Lime (35K), black tea lemon dengan honey lime sorbet.

 

Mama San Bali
Jl. Raya Kerobokan No. 135
Br. Taman, Bali.
T. +62 361 730436
E. info@mamasanbali.com
W: www.mamasanbali.com

5 Comments Add yours

  1. Kliatannya enak mbak,
    sayang agak mahal buat ukuran dim sum,
    btw, yg agak maksa presentasi pot stickernya, masak makanan yg gak dikukus ditaruh diatas kukusan, hahaha

What do you think about this article?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s