OOPS Restaurant & Bar (part 1)

Salah satu cara menikmati Ubud saat tidak sedang menginap disana adalah dengan tiba pagi sekitar jam 10 disana, memarkir kendaraan diseputaran Ubud Centre, kemudian berjalan kaki menelusuri pasar Ubud, jalan Hanoman, serta menelusuri gang-gang yang ada disekitarnya, kemudian dilanjutkan ke arah Monkey Forest terus sampai balik ke pasar Ubud. Suasana linkungan khas Ubud ditambah dengan beraneka ragam toko-toko menarik dimulai dari toko kerajian, tempat-tempat makan yang beragam menu & interior designnya, toko kue yang lucu-lucu, toko sabun natural, toko herbal dan masih banyak toko-toko lainnya akan membuat menarik perjalanan ini.

Sekembali tiba di pasar Ubud, ada sebuah restaurant yang cukup unik namanya yaitu OOPS Restaurant & Bar. langsung saja saya memutuskan untuk merapat kesana untuk bersantai setelah seru berkeliling. Design & konsep tempat ini menarik untuk saya, dengan penataan tempat yang tidak simetris, semua diatur berdasarkan kenyaman dan dengan tema suasana masing2 pojoknya. Ada yang di muka restaurant menghadap ke jalanan pasar Ubud, ada yang tempat meja makan biasa, ada bisa duduk di bar, ada meja makan disudut lantai 1½ dibelakang bar yang bisa melihat ke jalan & ke loteng lantai 2, ada juga lantai 2 yang seperti lounge kecil yang bisa menikmati suasana pasar ubud dari atas dan ada juga area taman belakang dengan pemandangan taman kecil, gazebo & bangunan unik dibelakang. Semua lokasi ini terdapat di satu resto namun tidak terkesan besar, sehingga memberikan kesan hangat nan beragam.

Cukup lama saya menghabiskan waktu disana dan membuat petualangan kuliner diluar rencana, sehingga akan saya bagi dua bagian cerita ini supaya tidak terlalu panjang. Bagian pertama kuliner ini dimulai dengan Gyoza. Cemilan khas jepang yang originalnya merupakan chinese food ini terbuat dari campuran sayuran, garlic, jahe dan dibungkus dengan adonan gyoza ini rasanya gurih dan ringan, dengan cocolan soya sausnya membuat napsu makan semakin aktif.

Crispy Duck yang menjadi icon di Ubud juga ada disini. Penasaran apa yang beda dengan bebek disini, langsung saja saya garap menu pilihan ini. Daging bebek yang digunakan adalah daging bebek peking sehingga puas saya mendapatkan banyak dagingnya. Taburan seperti kremes diatas bebek ini juga beda rasanya. Rasa manis bercampur dengan rasa gurih kelapa memberikan cita rasa tersendiri didalam mulut ketika dikunyah. Enak, lezat dan beda adalah kesan yang ditinggalkan menu bebek di OOPS Restaurant ini.

OutSideDan sebagai a dessert person, pastinya setiap makan saya harus ditutup dengan hidangan penutup supaya mulut ini tenang. Nama Black Rice Pudding langsung menarik perhatian saya, karena suasana Ubud yang sedang hujan gerimis saat itu, rasanya pas ditutup dengan menu hangat ini. Rasa kampung yang mengingatkan saya akan buatan almarhum nenek saya, begitulah kata-kata yang cocok mengambarkan menu ini. Ketan hitamnya pas, santannya gurih & fresh, dan pisang goreng sederhana yang manis membuat Ubud menjadi selalu berkesan buat saya.

Cerita lanjutannya beberapa hari lagi yah…
Biar perut ini bisa mencerna dulu 🙂

Kelanjutan ceritanya klik disini

OOPS Restaurant & Bar
Jl. Raya Ubud
Telp. 0361 8434300
http://oopsrestaurantandbarubud.com/ 

One Comment Add yours

What do you think about this article?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s